Pembekalan Micro Teaching Bagi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman Tahun 2026

Yogyakarta, 26 Januari 2026 - Departemen Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta telah menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Micro Teaching bagi mahasiswa pada Senin (9/2). Kegiatan ini berlangsung pukul 13.30–15.30 WIB bertempat di Ruang Seminar WS. Rendra Lantai 2. Pembekalan ini dimonitori oleh dosen Pendidikan Bahasa Jerman, yaitu Dr. Drs. Iman Santoso, M.Pd., Dr. Akbar Kuntardi Setiawan, S.Pd., M.Hum., serta Nila Viayanti Mala, M.Hum. Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan mahasiswa sebelum melaksanakan praktik pengajaran mikro sebagai bagian penting dalam proses pembentukan calon guru profesional.

Dalam pembukaan kegiatan, Herr Iman Santoso menekankan bahwa pengajaran mikro merupakan latihan mengajar dalam skala kecil, baik dari segi jumlah siswa, waktu, maupun materi yang diajarkan. Melalui kegiatan peer teaching, mahasiswa berlatih mengajar teman sendiri dalam kelompok kecil sehingga dapat mengasah keterampilan mengajar secara bertahap dan terstruktur. Konsep ini diharapkan mampu membantu mahasiswa membangun kepercayaan diri sekaligus meningkatkan kesiapan pedagogik sebelum memasuki praktik lapangan. Dalam materi disebutkan bahwa pengajaran mikro adalah berlatih mengajar dalam kelas kecil, siswa kecil, waktu kecil, dan materi kecil sebagai tahapan awal menjadi guru profesional.

Lebih lanjut, Herr Iman juga menjelaskan mekanisme pelaksanaan praktik micro teaching. Mahasiswa akan dibagi ke dalam kelompok yang dipimpin oleh ketua dan wakil ketua untuk mengatur jadwal praktik mengajar. Setiap mahasiswa diwajibkan melaksanakan minimal delapan kali praktik, yang terdiri atas tiga kali praktik keterampilan parsial dan lima kali praktik mengajar penuh. Praktik tersebut mencakup empat keterampilan berbahasa serta pengajaran tata bahasa dan kosakata. Selain itu, mahasiswa juga diwajibkan menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), materi pembelajaran, media, serta latihan soal sebelum praktik berlangsung.

Pada sesi berikutnya, pemateri menekankan pentingnya empat kompetensi utama yang harus dimiliki oleh seorang guru, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Kompetensi pedagogik mencakup penguasaan materi, metode, teknik, media, serta pengelolaan kelas. Kompetensi profesional berkaitan dengan kemampuan bekerja secara benar dan sesuai aturan. Sementara itu, kompetensi kepribadian dan sosial menekankan sikap, etika, serta kemampuan menjalin hubungan baik dengan siswa, guru, pegawai, dan orang tua. Kegiatan pembekalan juga memperkenalkan berbagai model pembelajaran kooperatif yang dapat diterapkan dalam pengajaran bahasa, seperti Team Quiz, Student Teams-Achievement Divisions (STAD), Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), serta Course Review Horey. Metode-metode tersebut diharapkan dapat meningkatkan keaktifan, kerja sama, serta motivasi belajar peserta didik di kelas.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi praktik micro teaching dan mampu mengembangkan kreativitas dalam merancang pembelajaran bahasa Jerman yang menarik, efektif, dan komunikatif. Pembekalan ditutup dengan pesan motivasi kepada mahasiswa oleh Herr Iwan untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri menjadi guru yang profesional, berkompeten, dan berintegritas di masa depan. (Akbar)