Telp : (0274) 550843 Ext 512
Bahasa Indonesia
English

Yogyakarta (03/09/2026) — Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang mengampu mata pelajaran Bahasa Jerman melaksanakan pembelajaran interaktif bertema "die Uhrzeit" (waktu) bagi siswa kelas XI F9 SMA Negeri 11 Yogyakarta. Kegiatan ini turut melibatkan kolaborasi dengan seorang mahasiswa dari Münster, Jerman, sebagai bentuk kerja sama pengajaran lintas negara. Kegiatan berlangsung di ruang kelas XI F9 sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran Bahasa Jerman yang berjalan sejak 21 Juli hingga 25 September 2026. Melalui permainan kelompok bertajuk "Whisper of Time", kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata dukungan terhadap pencapaian SDGs poin ke-4: Quality Education (Pendidikan Bermutu), khususnya dalam menghadirkan proses belajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.
Kegiatan ini bertujuan untuk melatih pemahaman siswa dalam menyebutkan dan menuliskan waktu dalam Bahasa Jerman secara tepat. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok, kemudian diminta berbaris berurutan. Mahasiswa dari Münster berperan membacakan clue berupa penyebutan jam dalam Bahasa Jerman kepada siswa yang berada di posisi paling belakang setiap kelompok, sehingga siswa turut mendengar langsung pelafalan dari penutur asli. Clue tersebut kemudian dibisikkan secara berantai dari siswa ke siswa hingga sampai pada siswa yang berada di posisi paling depan. Siswa terdepan kemudian bertugas menuliskan jawaban berupa waktu yang dimaksud di papan tulis. Proses ini diulang beberapa kali dengan clue waktu yang berbeda-beda, sehingga seluruh anggota kelompok mendapat kesempatan untuk berperan aktif. Kegiatan ini turut didokumentasikan dalam bentuk video sebagai salah satu luaran pembelajaran.
Melalui permainan ini, siswa tidak hanya dilatih untuk mengingat dan melafalkan kosakata waktu dalam Bahasa Jerman, tetapi juga diajak untuk berkomunikasi secara cermat dan bekerja sama dalam kelompok, mengingat kesalahan penyampaian pesan pada satu titik dapat memengaruhi hasil akhir. Kolaborasi dengan mahasiswa dari Münster turut memberi nilai tambah tersendiri, yakni pengalaman mendengar langsung pelafalan otentik Bahasa Jerman sekaligus membuka wawasan lintas budaya bagi siswa.
Menurut pengamatan selama kegiatan berlangsung, antusiasme siswa terlihat cukup tinggi. "Dari yang saya lihat, siswa antusias mengikuti permainan ini. Memang saat dikoreksi masih ada yang keliru, tetapi secara garis besar, di akhir pembelajaran mereka sudah cukup memahami materinya," ujar Salsa, salah satu mahasiswa PK yang mengampu mata pelajaran ini. Laura, mahasiswa dari Münster yang turut terlibat, juga menilai metode ini sebagai pendekatan yang baik untuk diterapkan. "Harapan saya melalui kolaborasi mengajar ini adalah melatih kemampuan listening siswa serta bagaimana pengucapan jam yang benar dalam Bahasa Jerman. Metode ini kami harapkan tidak membuat siswa hanya paham secara teori, tetapi juga memahami penerapannya secara nyata," tambahnya.
Dengan demikian, kegiatan ini memberikan manfaat ganda, yaitu memperkuat penguasaan materi die Uhrzeit sekaligus mengembangkan keterampilan komunikasi, ketelitian, kerja sama tim, dan wawasan global siswa. Antusiasme yang ditunjukkan siswa selama permainan berlangsung juga mencerminkan bahwa metode pembelajaran yang kreatif dan kolaboratif mampu meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik, sejalan dengan semangat SDGs poin ke-4 dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, interaktif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi siswa secara menyeluruh. Kedepannya, metode pembelajaran berbasis permainan dan kolaborasi lintas negara seperti Whisper of Time diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan pada materi-materi Bahasa Jerman lainnya, sehingga proses pembelajaran di kelas XI F9 SMAN 11 Yogyakarta dapat berlangsung secara lebih bermakna dan menyenangkan sekaligus memberikan kontribusi berkelanjutan dalam mewujudkan pendidikan bermutu di lingkungan sekolah. (Salsa Putri Sabrina)
Copyright © 2026,