Telp : (0274) 550843 Ext 512
Bahasa Indonesia
English

Yogyakarta (25/08/2025) - Bund der Deutsch–Studenten (BDS) kembali menghadirkan ruang belajar inspiratif melalui kegiatan BDS Wandern #2. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 20 Agustus 2025 dan berlangsung secara luring di Ruang Seminar Lantai 3, Gedung PLA, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta. Seminar edukatif tersebut berfokus pada pengalaman studi, peluang beasiswa, serta prospek karier di Jerman. Kehadiran narasumber utama, Ade Umar Said Schütz, M.A., menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan ini. Pengalaman profesional yang beliau miliki memberikan perspektif nyata terkait perjalanan akademik dan karir di Jerman. Saat ini, beliau dikenal sebagai spesialis manajemen beasiswa di Goethe-Institut, serta memiliki pengalaman bekerja di Konsulat Kehormatan Republik Indonesia dan sebagai pengajar bahasa Indonesia di Munich, Bayern. Pengalaman lintas bidang tersebut memberikan warna tersendiri dalam pemaparan materi yang disampaikan.
Dalam pemaparannya, Herr Ade tidak hanya menyampaikan informasi teknis terkait studi di Jerman, tetapi juga membagikan pengalaman personalnya yang relevan. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah pentingnya memiliki tujuan yang jelas sebelum memutuskan untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Menurutnya, memahami motivasi pribadi menjadi langkah awal yang krusial dalam menentukan arah pendidikan dan karier. Selain itu, peserta juga diberikan gambaran mengenai proses yang perlu dilalui untuk dapat menempuh studi di Jerman. Mulai dari pemilihan universitas, pencarian program studi yang sesuai, hingga proses pendaftaran beasiswa dijelaskan secara sistematis. Herr Ade juga menyoroti pentingnya mempersiapkan dokumen pendukung, seperti Motivationsschreiben dan kesiapan menghadapi wawancara sebagai bagian dari proses seleksi.
Lebih jauh, aspek adaptasi budaya menjadi salah satu pembahasan yang menarik perhatian peserta. Hidup di Jerman tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan dalam menghadapi perbedaan budaya. Ketepatan waktu, kemandirian, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru menjadi hal-hal penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa internasional. Herr Ade juga menyinggung fenomena culture shock yang umum dialami, sekaligus memberikan tips untuk menghadapinya dengan sikap terbuka dan fleksibel.
Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pemaparan materi, tetapi juga dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Pada sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung kepada narasumber. Berbagai pertanyaan yang muncul mencerminkan tingginya minat peserta, mulai dari teknis pendaftaran beasiswa, pengalaman hidup di Jerman, hingga peluang kerja setelah lulus.
Dengan terselenggaranya BDS Wandern #2, peserta diharapkan mendapatkan pengetahuan baru serta dorongan untuk mulai merencanakan masa depan mereka secara lebih matang. Kesempatan untuk belajar dan berkarier di luar negeri bukan lagi sesuatu yang jauh, melainkan sebuah peluang yang dapat diraih dengan persiapan yang tepat dan tekad yang kuat.
Copyright © 2026,